Header Logo
Indonesian
Koleksi
Menunggu respon server .....
Mencegah Cyberbullying Dengan Literasi Digital
Penulis : Aidilla Qurotianti Tanggal Publikasi : 29 November 2022

Cyberbullying sudah menjadi fenomena yang sering terjadi pada era teknologi khususnya media social seperti saat ini. Cyberbullying (perundungan dunia maya) merupakan perbuatan bullying/perundungan dengan menggunakan teknologi digital yang terjadi di jejaring social seperti di media sosial, platform chatting, platform bermain game, dan ponsel. Adapun menurut Think Before Text, cyberbullying adalah perilaku agresif dan bertujuan yang dilakukan suatu kelompok atau individu, menggunakan media elektronik, secara berulang-ulang dari waktu ke waktu, terhadap seseorang yang dianggap tidak mudah melakukan perlawanan atas tindakan tersebut. Cyberbullying merupakan perilaku berulang yang ditujukan untuk menakuti, membuat marah, atau mempermalukan mereka yang menjadi sasaran. Jenis perundungan ini sangat sering dialami oleh para penggunanya yang sebagian besar merupakan anak muda. Akibat dari tindakan tersebut, cukup banyak yang mengalami depresi bahkan memutuskan untuk mengakhiri hidupnya sendiri karena tidak berani untuk bercerita.

Seorang pemuda dari Bangladesh bernama Sadat Rahman Shakib tergerak untuk menghentikan cyberbullying. Sadat lahir pada tanggal 15 Mei 2003 di Magura Bangladesh. Aplikasi dan organisasi tersebut bernama “Cyber Teens”. Cerita bermula ketika seorang gadis yang berusia 15 tahun bunuh diri setelah mengalami cyberbullying. Berkat jasanya tersebut,  Sadat memenangkan Penghargaan Perdamaian Anak Internasional 2020. Penghargaan tersebut diberikan peraih Hadiah Nobel Perdamaian Malala Yousafzai pada saat Sadat di Belanda. Sadat dianugerahi penghargaan atas keterlibatannya dalam mendirikan organisasi sosial dan aplikasi selulernya Cyber Teens untuk menghentikan penindasan di dunia maya. KidsRights (organisasi pemberi penghargaan) mengatakan Hadiah Perdamaian Anak Internasional adalah inisiatif dari organisasi hak anak internasional, KidsRights. Dari 142 kandidat yang mengesankan dari 42 negara, Komite Ahli KidsRights memilih Sadat Rahman dari Bangladesh sebagai pemenang.

Hal yang mengesankan dari aplikasi ini adalah adanya keterlibatkan lembaga/badan hukum seperti cyber specialist, pekerja sosial hingga kepolisian. Cyber Teens telah digunakan oleh lebih dari 1.800 remaja di distrik lokal. Aplikasi ini juga sudah menolong lebih dari 300 korban cyberbullying, diantaranya dengan melaporkan fake account dan memberikan dukungan untuk masalah kesehatan mental. Selain itu, melalui organisasi Cyber Teens ini, Sadat juga memberikan seminar mengenai keamanan internet di sekolah dan perguruan tinggi. Ia juga menciptakan “Cyber Clubs” di setiap sekolah di area lokal. Melalui klub ini, anak muda akan diberikan edukasi tentang pengetahuan literasi digital.

Pentingnya literasi digital di masa kini tidak terlepas dari efek negatif yang ditimbulkan seperti kasus di atas. Literasi digital tidak hanya berfokus pada kemampuan seseorang dalam menggunakan teknologi dan mengolah informasi saja, tapi juga membentuk pemahaman dan cara berpikir yang kritis agar generasi muda tidak mudah terpengaruh oleh informasi hoax, isu provokatif, serta terhindar dari penipuan berbasis digital. Dengan begitu melalui literasi digital maka dapat menciptakan tatanan masyarakat dengan pola piker dan pandangan yang kritis kreatif.

Oleh : Nur Hasyim Latif (Pustakawan UMY)

 

Referensi:

Harian Aceh Indonesia. (2020, November 15). Retrieved Desember 26, 2021, from https://www.harianaceh.co.id/2020/11/15/remaja-bangladesh-dapat-penghargaan-perdamaian-anak/

India Aware. (2020, November 15). Retrieved Desember 27, 2021, from https://www.india-aware.com/uncategorized/bangladeshi-sadat-rahman-shakib-wins-international-childrens-peace-prize-for-creating-anti-cyberbullying-app/

Adityasari, N. O. (2020, November 20). www.gadis.co.id. Retrieved Desember 25, 2021, from https://www.gadis.co.id/teen-talk/104340/sadat-rahman-perancang-aplikasi-anti-cyberbullying-asal-bangladesh?p=1

Fadhilah, U. N., & Murdaningsih, D. (2020, November 15). republika.co.id. Retrieved Desember 26, 2021, from https://republika.co.id/berita/qjsjuy368/remaja-bangladesh-dapat-penghargaan-perdamaian-anak

Federation, M. M. (2020, November 17). YouTube. Retrieved Desember 28, 2021, from https://www.youtube.com/watch?v=e6g6cMfdYc0

Khokon, S. H. (2020, November 14). India Today. Retrieved Desember 25, 2021, from https://www.indiatoday.in/education-today/news/story/bangladeshi-boy-wins-international-children-s-peace-prize-2020-for-app-tackling-cyberbullying-1740975-2020-11-14

Simarmata, J., Sihotang, J. I., Karim, A., Purba, R. A., Hazriani, H., Koibur, M. E., ... & Jamaludin, J. (2021). Literasi Digital. Yayasan Kita Menulis.

Wikipedia. (n.d.). Retrieved from https://en.wikipedia.org/wiki/Sadat_Rahman

Information