Header Logo
Indonesian
Koleksi
Menunggu respon server .....
Menjadi Generasi Muda yang Keren di Mata Dunia
Penulis : Muhammad Erdiansyah CA., SIP. Tanggal Publikasi : 29 March 2022

Indonesia merupakan negara yang kaya dari berbagai hal. Baik secara sumber daya alam, sejarah, budaya, dan lain-lain. Sebagai generasi muda, suatu saat kita akan meneruskan tugas-tugas pendahulu untuk menjadikan Indonesia menjadi lebih keren di masa depan. Seorang Mantan Menteri Perdagangan Republik Indonesia, Gita Wiryawan memberikan beberapa faktor yang perlu kita miliki agar Indonesia menjadi negara yang lebih keren. Apa saja itu? Berikut penjelasan dari Gita Wiryawan

Hati Nurani
Hati nurani ini dapat dikembangkan diberbagai konteks atau berbagai bidang yang kita geluti. Ada contoh nyata yang dapat kita ambil salah satunya saat Indonesia merdeka. Pada saat itu sebagai pelopor kemerdekaan adalah Bung Karno. Akan tetapi, Bung Karno pada kala itu juga ditopang, didukung, dibantu oleh Bung Hatta. Sosok yang dikenal sebagai Bapak Koperasi Indonesia itu mengedepankan yang namanya semangat gotong royong. Bung Hatta mengatakan bahwa sanubari Indonesia penuh dengan rasa bersama. Bahwa di Indonesia, rasa kebersamaan itu bisa dilihat, rasa kolektivisme itu bisa dilihat di setiap desa dengan adanya kerja bakti, arisan, gotong royong. Hal ini dapat diambil makna dalam rangka menumbuhkan hati nurani. Hati nurani dapat masuk kedalam berbagai isu yang bersifat jangka panjang, tujuannya agar kita di masa depan dapat memetik hasil yang telah di tanam. Bukan hanya pada generasi sekarang, tapi ke generasi-generasi selanjutnya yang akan meneruskan tugas-tugas pendahulunya.

Wawasan yang Luas
Kita sebagai manusia di anugerahi akal dan kapasitas memory otak yang luar biasa. Walaupun secara kodrat manusia adalah tempatnya lupa, tapi itu bukan menjadi alasan kita untuk membatasi diri tidak melebarkan wawasan lebih luas. Kalau kita berusahan menambah wawasan, intuisi akan lebih tajam. Apabila intuisi lebih tajam kita akan menghasilkan sebuah kebijaksanaan. Dan semakin kita memiliki intuisi atau kebijaksanaan, semakin kita bisa mengatasi risiko-risiko yang sistemik ataupun sifatnya berjangka panjang. 
Kita dapat mencontoh dari Rudy Hartono seorang legenda bulutangkis tanah air. Rudy Hartono sebelum fokus bermain bulu tangkis, beliau pernah merasakan bermain sepak bola, bola volly, dan cabang olahraga lain. Dan akhirnya beliau mantap bermain bulutangkis dan telah memenangkan berbagai gelar internasional. Cerita tersebut menggambarkan bahwa Rudy Hartono mengalami berbagai pengalaman di cabang olahraga lain sebelum memiliki spesialisasi sebagai perbulutangkis profesional. 
Hal ini masuk dalam konteks bagaimana seseorang bisa menjadi early specializer (spesialis di awal) atau pun late specializer (spesialisasi terlambat). Late specialization sebenarnya baik, early specializer belum tentu baik. Spesialisasi yang terlambat itu justru telah melewati penyempurnaan dan merasakan banyak dimensi dan hal, sehingga mencapai titik dimana seseorang ingin melakukan spesialisasi setelah mengetahui banyak hal tentang dimensi-dimensi dilewati sebelumnya. Hal ini berhubungan dengan tujuan kita untuk melebarkan wawasan atau breadth. Sebagai komponen agar bisa menyongsong masa depan yang lebih keren.

Artikulasi atau Kemampuan Berkomunikasi Massa
Pertanyaannya adalah bagaimana Indonesia bisa memproduksi massal narator-narator yang bisa bersaing dengan negara lain seperti India, Tiongkok, dan lain? Bisa. Kita perlu belajar menjadi storyteller atau narator yang berani menarasikan tentang Indonesia ke luar negeri, bukan hanya di kolam sendiri atau di sekitar Indonesia. Sebagai contoh kita terlibat sebagai presenter di acara seminar internasional yang diselenggarakan oleh lembaga dari luar Indonesia. Kita dapat mempelajari dari tokoh Indonesia yang di kenal oleh dunia, seperti : Soekarno, B.J. Habibie, sampai Susi Pudjiastuti.
Hal ini sebenarnya bekal yang harus kita sadari untuk menarasikan bahwasanya Indonesia itu keren. Apabila kita bisa menjadi storyteller atau narator yang baik. Kita bisa manfaatkan untuk kepentingan usaha sosial, untuk usaha pribadi, bahkan untuk usaha publik/geo-politik. Itulah ulasan dari Gita Wiryawan tentang hal yang dibutuhkan oleh generasi muda penerus agar bukan hanya Indonesia, bukan hanya Asia Tenggara, bukan hanya Asia Pasifik, tapi dunia itu bisa menjadi lebih keren ke depan.

Sumber : Youtube

Information