Header Logo
Indonesian
Koleksi
Menunggu respon server .....
Tips Sederhana Membuat Cerita Fiksi
Penulis : Muhammad Erdiansyah CA., SIP. Tanggal Publikasi : 23 March 2022

Cerita merupakan salah satu elemen penting dalam kehidupan. Tanpa ada cerita, mungkin banyak pesan-pesan yang terbengkalai didalam otak. Banyak penulis diluar sana yang senang berbagi pengalaman mereka melalui cerita fiksi. Hal ini tidak lain untuk menyebarkan pesan yang ingin disampaikan melalui cerita fiksi yang buat. Bagi anda yang ingin mencoba menulis cerita fiksi, ada beberapa tips yang dapat anda gunakan.

Tentukan Ide Cerita yang Tepat
Sebelum mulai menulis, pastikan cerita apa yang ingin disampaikan pembaca. Tulis ide cerita tersebut dengan kalimat yang singkat. Sederhananya diawali dengan premis seperti salah cerita berjudul "Tokyo Ghoul" karangan Sui Ishida yang berbunyi "Ada makhluk berbentuk manusia dan mereka memakan manusia. Mereka bukan manusia, mereka adalah ghoul" 

Dari premis tersebut, penulis bisa mengembangkan garis besar cerita, membangun karakter, mengisi plot, dan melakukan riset untuk memperkuat cerita tersebut agar lebih berbobot. Ide cerita atau premis seperti pondasi memulai sebuah cerita, tujuannya agar penulis memiliki pakem dan cerita yang dibuat tidak melenceng dari premis tersebut

Riset dan Observasi
Sebuah karya itu lahir dari sebuah pengalaman hidup penulis atau orang lain. Maksud dari pengalaman bisa diliat dari apa yang ditemukan, apa yang dirasa, apa yang dibaca, apa yang diamati, dan apa yang didengar. Hal ini bersifat luas, pengalaman jalan beriringan dengan informasi atau referensi. 

Riset bagian penting dari sebuah karya. Kenapa? Karena riset dapat menjadi pilar yang kuat untuk mengembangkan cerita. Contohnya, Jurassic World. Ada beberapa dinosaurus yang diciptakan oleh penulisnya. Namun, mereka tidak melupakan dinosaurus yang ada di dunia nyata. Mereka melakukan riset mengenai hewan purba tersebut, dari nama, perilaku, dan habitatnya.

Menggunakan Outline
Proses pengkaryaan setiap penulis memiliki metode yang berbeda-beda. Hal tersebut didasari pada kenyamanan penulis dalam membuat karya. Namun bagi anda yang masih ingin meraba-raba, metode ouline dapat menjadi awalan sebelum anda menemukan cara paling nyaman dalam mengembangkan alur cerita.

Misalnya saja, saat Anda sudah menentukan outline, dan di tengah jalan menemukan ide yang menarik untuk menambal outline tanpa mengganggu jalannya cerita, Anda bisa menambahkannya.

Menciptakan Karakter
Karakter merupakan elemen utama dalam membuat cerita fiksi. Pembangunan karakter harus dijelaskan secara rinci. Penggambaran rincinya dapat dijelaskan secara bertahap di tengah cerita atau di awal cerita. Hal ini sangat penting agar pembaca dapat mengimajinasi karakter yang dimaksud penulis sesuai dengan pengalaman pembaca.

Jumlah karakter yang dibangun bervariasi sesuai dengan idealis penulis. Akan tetapi, utamanya harus ada karakter utama dan pendukung agar cerita yang dikembangkan terkesan lebih nyata. Dalam menciptakan karakter, Anda juga tidak boleh melewatkan perkembangan karakter si tokoh. Misalnya, tokoh utama mengalami beberapa kejadian seperti gejolak batin saat berusaha untuk mencapai keinginan terbesarnya.

Kembangkan Konsep
Elemen ini merupakan tolak ukur berhasil atau tidaknya cerita yang dibuat. Perhatikan kata-kata sesuai standar yang berlaku. Jangan lupa untuk menambahkan ide-ide unik ke dalam cerita agar dapat memberikan kesan yang mendalam terhadap pembaca.

Kritisi Ceritamu Sendiri
Langkah terakhir sebelum ceritamu dibaca orang lain yaitu kritisi ceritamu. Ini terkesan sulit karena kita cenderung menganggap apa yang kita buat adalah yang terbaik. Itu tidak sepenuhnya benar, tapi hanya kurang tepat. Proses mengkritisi karya sendiri penting, karena merupakan bagian dari kasih sayang penulis terhadap karyanya. Setelah anda selesai menulis, diamkan tulisan anda selama beberapa waktu. Kemudian, baca kembali apakah tulisan yang dibuat terdapat kecacatan atau tidak. 

Apabila anda tidak menemukan kecacatan tersebut carilah teman yang dengan suka rela untuk mengkritisi karyamu. Apakah cerita yang dibuat dapat diterima oleh pembaca atau tidak. Itulah keenam langkah dalam menulis cerita fiksi. Berhasil atau tidak kita tidak akan tahu bila belum mencoba. Semangat! 

Sumber:
yoursay.suara.com
blog.tempoinstitute.com

Information