Header Logo
Indonesian
Koleksi
Menunggu respon server .....
Perpustakaan UMY Mengadakan Webinar Bibliobattle Batch 1
Penulis : Aidilla Qurotianti Tanggal Publikasi : 23 February 2022

Perpustakaan UMY mengadakan sebuah webinar Bibliobattle Batch 1 pada Selasa (22/02/2022). Bibliobattle merupakan kompetisi mereview buku yang dikembangkan oleh Graduate School of Informatics di Universitas Kyoto di Jepang. Permainan ini booming di Jepang sekitar tahun 2013. Orang yang menyajikan buku dalam bibliobattle disebut bibliobattler atau presenter buku. Pada Kompetisi ini masing-masing kontestan menyampaikan isi buku yang paling menarik/berkesan bagi mereka supaya audiens juga berkeinginan mengetahui isi lengkap buku yang dimaksud. Setelah itu audiens akan memberikan vote kepada buku yang menurut audiens menarik.

Kontestan pada acara Bibliobattle Batch 1 ini terdiri dari beberapa dosen dari berbagai program studi, antara lain Frizki Yulianti Nusnisya, S.IP., M.Si (Dosen Ilmu Komunikasi UMY), Rosi Rosiah, S.Pd., M.Pd (Dosen Pendidikan Bahasa Jepang UMY), dan Muhammad Zakiy Ishak, S.EI., M.Sc (Dosen Ekonomi Syari’ah UMY). Kegiatan ini berlangsung secara daring via Zoom dan dihadiri oleh kurang lebih 100 peserta yang merupakan civitas akademika UMY dan masyarakat umum.

Pada kompetisi tersebut masing-masing dari mereka menyampaikan isi buku yang merupakan buku yang berkesan/memorable bagi mereka. Kontestan pertama yaitu Frizki Yulianti Nusnisya, S.IP., M.Si yang membawakan buku anak series yang memorable bagi beliau. Pada kesempatannya beliau menyampaikan isi bukunya yang berjudul  “Aku Anak Yang Berani : Bisa Melindungi Diri Sendiri” karya Watiek Ideo. Beliau menjelaskan bahwa buku ini merupakan buku anak series yang membahas tentang pendidikan seksual, anatomi tubuh anak laki-laki dan perempuan, sampai kisah bullying. Buku ini juga memberikan edukasi kepada orang tua tentang bagaimana cara menghadapi situasi anak yang sedang mengalami permasalahan seperti di atas.

Kompetisi dilanjutkan dengan kontestan kedua yaitu Rosi Rosiah, S.Pd., M.Pd., yang membawakan sebuah novel. Beliau menyampaikan isi novelnya yang berjudul “Botchan” karya Soseki Natsume. Novel Botchan ini mengisahkan tentang seorang anak yang bernama Botchan yang masa kecilnya merupakan anak yang bandel dan suka berkelahi. Namun setelah dewasa Botchan memutuskan untuk mengambil kuliah dengan mengambil jurusan pendidikan hingga akhirnya dia menjadi seorang guru. Kisahnya dimulai dari dia yang melakukan pemberontakan terhadap "sistem" di sebuah sekolah desa. Sifat Botchan yang selalu terus terang dan tidak mau berpura-pura sering kali membuat ia mengalami kesulitan dalam berinteraksi dengan orang-orang di sekitarnya. Dia dihadapkan pada berbagai realita yang tidak sesuai dengan prinsipnya, seperti kebiasaan orang desa tersebut yang senang ingin tahu urusan orang lain, siswa-siswa di sekolahnya kurang menghormati seorang guru, aturan sekolah sangat tidak relevan dan efisien, dan korupsi yang terjadi di sekolah tersebut.  

Kontestan terakhir yaitu  Muhammad Zakiy Ishak, S.EI., M.Sc., yang menyampaikan isi bukunya yang berjudul “Mein Kampf” karya Adolf Hitler. Beliau menjelaskan bahwa buku tersebut berisi tentang politik sekaligus curahan hati Adolf Hitler yang ditulisnya ketika mendekam selama 13 bulan penjara di Landsberg. Hitler dijebloskan ke bui akibat terlibat dalam kudeta terhadap pemerintah Jerman yang gagal dan dikenal dengan peristiwa Beer Hall Putsch. Buku yang disebut Hitler banyak dipengaruhi oleh The Passing of the Great Race karya Madison Grant ini berisi pandangannya mengenai rencana Nazi untuk mendominasi dunia.

Sesi terakhir yaitu voting yang akan dilakukan oleh audiens dengan memilih judul buku apa yang menurut audiens menarik. Dari voting tersebut didapatkan hasil bahwa pemenang buku pilihan audiens jatuh pada buku yang berjudul “Aku Anak Yang Berani : Bisa Melindungi Diri Sendiri” karya Watiek Ideo yang dibawakan oleh Frizki Yulianti Nusnisya, S.IP., M.Si yang merupakan Dosen Ilmu Komunikasi UMY.

Diharapkan dari dilaksanakannya kegiatan bibliobattle ini dapat menjadi ajang knowledge sharing, meningkatkan literasi dan minat baca, menjadi arena mendekatkan pemustaka pada buku, serta mengasah keberanian dalam kemampuan public speaking bagi para bibliobattler.

Information