Header Logo
Indonesian
Koleksi
Menunggu respon server .....
Muhasabah Diri di Penghujung Tahun 2021
Penulis : Aidilla Qurotianti Tanggal Publikasi : 31 December 2021

Tidak terasa kita telah memasuki penghujung tahun 2021 yang merupakan tahun yang berat untuk seluruh umat manusia di belahan dunia karena pandemic Covid-19 yang kini masih ada dan disertasi dengan berbagai peristiwa yang melanda masyarakat saat ini. Hal tersebut tentu menjadi perhatian bagi seluruh umat manusia khususnya bagi umat Islam untuk muhasabah diri dan berdoa pada momentum pergantian tahun. Sebagai umat muslim kita perlu bermuhasabah diri karena bisa jadi seluruh cobaan atau peristiwa yang terjadi saat ini merupakan hasil dari perbuatan dosa kita sebagai manusia, seperti dalam QS Asy Syuraa ayat 30 :

“Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).”

Oleh karena itu kita perlu merenungkan hal ini dengan melakukan muhasabah diri. Muhasabah berasal dari bahasa Arab yang artinya adalah introspeksi diri. Hal ini dilakukan untuk mengevaluasi diri terhadap hubungan kita dengan Allah (habluminallah) dan hubungan kita dengan sesama manusia (habluminannas) serta hubungan manusia dengan diri kita sendiri (habluminannafsi). Dari situlah kita dapat mengetahui perbandingan antara amal kebaikan dan keburukan apa saja yang telah kita lakukan selama ini, baik secara keagamaan ataupun secara aspek sosial lainnya

Allah SWT telah berfirman mengenai hakikat muhasabah dalam QS Al-Hasyr ayat 18 yang berbunyi:

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan” (QS.Al-Hasyr (59):18).

Maka dari itu sebaiknya pada akhir tahun ini dijadikan sebagai momentum untuk intropeksi diri terhadap amal perbuatan, tingkah laku, sikap dan hatinya sehingga bisa menjadi pribadi yang lebih baik dari tahun sebelumnya. Rasulullah SAW bersabda: “Barang siapa keadaan hari ini lebih baik daripada hari kemarin, maka dia beruntung dan barangsiapa keadaan hari ini sama dengan hari hari kemarin dia tertipu dan barangsiapa keadaan hari ini lebih jelek dari hari kemarin, berarti dia terlaknat” (HR. Baihaqi).

Apabila di tahun depan kita lebih banyak melakukan ibadah dan amal kebaikan, maka kita termasuk dalam golongan orang-orang yang beruntung. Namun apabila di tahun depan kita lebih banyak melakukan kesalahan dan dosa, maka kita termasuk dalam golongan orang-orang yang merugi. Dengan demikian baiknya kita sebagai umat muslim dapat meningkatkan ketaatan dan amal sholeh, sehingga  berbagai musibah tersebut akan hilang dan berbagai nikmat pun akan datang menghampiri.

Information